Desember 28, 2009

DAN PESAN ITU PUN SAMPAI

hari libur ini, aku menyempatkan menonton film avatar. yang kata orang-orang film ini begitu awesome! benarkah itu? ya! dan ternyata memang benar! menurutku film ini sangat unik karena setting tempatnya bukan di bumi tapi di luar angkasa, and I think it's really awesome! warna langit yang bukan biru seperti yang kita lihat di bumi. dan jika kita lihat ke atas, kita akan langsung melihat berbagai benda langit yang bertebaran. menurutku itu terasa sangat berbeda. bukan hanya terasa tapi memang berbeda! yang menarik dari tempat itu bukan hanya setting tempatnya yang benar-benar menakjubkan, tapi pesan yang ingin disampaikan kepada kita. pesan itu benar-benar jelas sekali jika kita bisa menyadarinya. pesan yang aku rasakan begitu sakit bahkan aku merasa ... ahh! aku bahkan tidak bisa mengungkapkannya. keseimbangan lingkungan antara alam sekitar dengan penghuninya sendiri. aku bisa melihat di film itu, benar-benar terasa nyata. manusia memang serakah jika membicarakan tentang alam. semua diambil tanpa dikembalikan lagi. persis seperti di film itu, manusia mengambil segala kekayaan alam demi keuntungannya sendiri tanpa memperhatikan apa akibatnya jika semua itu diambil. semua tidak akan seimbang. bayangkan saja, dalam satu pohon ada banyak kehidupan di sana. bagaimana kalau beribu-ribu hektar hutan di tebang? tidakkah kalian memikirkan keadaan yang lain? jangan hanya memikirkan kepentingan sendiri? memang itu nantinya juga berguna bagi manusia, dan aku pun juga bisa menikmati hasil yang didapat. tapi setidaknya, cobalah menanam kembali benih-benih pohon itu. saat melihat film itu apakah kalian tidak tersentuh? jujur aku sangat tersentuh melihatnya. semua hewan yang ada di hutan itu melawan orang-orang yang berusaha menghancurkan "rumahnya". sesuatu yang menurutku wow! di dunia nyata sebenarnya juga sama, hanya saja kalian tidak menyadarinya, dan memang di dunia nyata hewan-hewan itu tidak menyerang manusia secara langsung seperti di film itu. tapi apakah kalian tidak merasakan apa yang mereka rasakan? kehilangan tempat tinggalnya? biarlah mereka tetap di alamnya, toh kita juga tidak rugi kan? pikirkan dan sadari itu semua!

Desember 27, 2009

adakah sedikit rasa peka?

sekitar 2 atau 3 mingguan yang lalu, aku melihat salah satu acara di salah satu stasiun TV swasta. di situ, mereka menampilkan salah satu acara favorit IRT alias Ibu Rumah Tangga yaitu acara "gosip gosipan". Biasanya acara itu membicarakan perceraian atau kehidupan artis di jagat hiburan Indonesia. Tapi kali ini berbeda, acara itu menampilkan keadaan bumi kita yang kian rentan dan panas. aku sangat setuju dengan di tampilkannya acara itu, dengan begitu kita bisa sadar betapa pentingnya bumi tempat tinggal kita ini. Karena namanya saja acara "gosip gosipan selebritis" kurang klop kalau mereka tidak meminta beberapa pendapat artis tentang keadaan bumi sekarang ini. Ada banyak pendapat dari artis-artis tersebut. Tapi ada satu pendapat artis yang saya anggap kurang pas untuk disampaikan. Memang yang lain mengatakan kita harus merawat bumi bla bla bla, dan kita juga tidak tahu apakah itu benar-benar mereka lakukan atau hanya sebatas di mulut saja. Mereka tidak melakukan pun, jika kita peka, omongan mereka tadi bisa menyadarkan kita. Tapi jika kita memang peka. Tapi artis yang itu tadi bahkan tidak mengatakan sesuatu yang menyadarkan kita, mereka cenderung pasrah dengan keadaan bumi kita ini. "Kalau kita sih ngikut aja, kalau panas ya panas, kalau dingin ya dingin, dinikmati saja lah" kata pasangan artis yang itu. Kata "nikmati saja" itu yang membuat aku kurang setuju dengan kalimat itu. Apakah itu yang harus kita lakukan dengan keadaan alam kita ini? Menikmatinya? Sampai kapan? Sampai bumi semakin rusak? Memang benar kita harus menikmati selama kita masih bisa hidup, tapi tidak seperti itu caranya. Menikmati tanpa memperhatikan keadaan sekitar yang nantinya juga akan merugikan diri kita sendiri. Tidak adakah sedikit rasa peka di dalam diri kalian? Kepekaan untuk merawat semua hingga kembali seperti semula. Dan jika sudah, barulah kita menikmatinya. Menikmati semua hasil jerih payah kita untuk membuat bumi kita tersenyum kembali dan bukan merintih perih. Mulailah dari hal yang kecil. Lakukan sebuah tindakan jangan hanya di bibir saja. Aku menulis di sini juga tidak hanya sekedar menulis menghindari rasa bosan, tapi aku juga sedang berusaha untuk melakukannya. Sekecil apapun itu sangat berguna bagi kehidupan sesudahnya. Kalian tau apa yang harus kalian lakukan :) 

Desember 21, 2009

nama orang atau anjing

masih ingatkah kalian dengan ceritaku yang pertama? aku ngomong soal 2 anjingku yang aku bawa dari bandung, HUGO dan OGI. hugo anjing yang cowo sampai sekarang masih jadi anjingku. sedangkan ogi anjing yang cewe ga pernah terdengar kabar sama sekali, soalnya dia kan di minta sama salah satu bank. masih inget?

nah, sekarang ini si ogi di bawa balik ke rumahku. ceritanya sih mau di kawinin sama hugo. tapi kan masalahnya dulu mereka kakak adik, masa mau kawin sih. dan lucunya namanya sekarang bukan ogi tapi udah diganti jadi ARNOLD. arnold? haha "anjing cewe kok namanya arnold" kata mamaku waktu pertama kali denger. dan ada lagi nih yang lucu. mbak yang suka masak di rumahku bilang gini : "arnold? kok angel banget! wis, diundang VINA wae"
tambah hebohlah ketawaku. sejak kapan nama orang beralih ke anjing? tapi gatau kenapa anjing anjingku semua kayak nama orang. dulu aku juga pernah punya anjing, tapi sayangnya sekarang udah mati gara gara di racun. namanya ROI. bukankah itu juga nama orang? bahkan dulu saat mau ngasi nama ke roi aku sama mba rety sempet mikir beberapa nama seperti JOKO , BAMBANG, EKO. tapi pilihan kita tetap di roi, roi de brotto tepatnya. mungkin masyarakat umum masih menganggap tabu hal hal seperti ini.bukannya aku tidak menghormati orang yang punya nama itu, tapi ini memang sebatas untuk memberi nama saja kok, tidak ada maksud yang lain. ya kalo ada kesamaan nama saya minta maaf, tidak bermaksud. hanya sekedar berbagi cerita :)


/Hope Killer, Zeke and The Popo/